Barongsai Meriah Butuh Latihan Berat Para Atlet

semanarioangolense.net – Di balik atraksi barongsai yang meriah dan memukau penonton, terdapat persiapan matang yang dilakukan para atlet. Setiap gerakan dan koreografi merupakan hasil ide kolektif serta latihan intensi anggota tim.

Oktavianus, anggota tim Barongsai Kong Ha Hong, menjelaskan bahwa persiapan pertunjukan dimulai dari penentuan konsep tarian, musik latar, hingga koreografi. Tim berlatih tiga kali seminggu, tetapi frekuensi latihan meningkat menjelang kompetisi atau perayaan Imlek.

“Latihannya pasti lebih ekstra lagi, terutama saat banyak permintaan untuk perform,” kata Oktavianus kepada ANTARA di Jakarta, Selasa (3/2) malam.

Selain latihan fisik, tim barongsai juga berinovasi dengan pertunjukan. Oktavianus mencontohkan, pada Imlek tahun lalu tim membuat tarian dengan musik modern yang melibatkan seluruh anggota tim.

“Kita tiap tahun mencari cara supaya pertunjukan lebih menarik. Misalnya bikin konten viral atau menyesuaikan musik dan gerakan,” ujarnya.

Baca juga: “Film Lisa BLACKPINK Syuting di Kota Tua, Ini Alasannya”

Ide dan Kreativitas Pemain Menjadi Fondasi Pertunjukan

Oktavianus menekankan, ide untuk tarian dan musik biasanya datang dari pemain sendiri. Pelatih berperan pada tahap akhir untuk menyempurnakan gerakan.

“Jadi semua ide-idenya dari pemain. Pelatih cuma membantu finishing yang bagus,” katanya. Tim biasanya terdiri dari delapan orang, mencakup pemain barongsai dan pemain musik.

Menurut Oktavianus, pertunjukan barongsai masih kerap dianggap sebagai hiburan khas Imlek. Padahal, cabang olahraga ini berkembang di Indonesia sejak 2013 dan mulai dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat pada 2016.

“Masih banyak yang menganggap barongsai hanya untuk Imlek. Padahal pertunjukan dan kompetisi rutin berlangsung di luar Imlek,” jelasnya.

Barongsai Sebagai Cabang Olahraga di Indonesia

Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) telah dibentuk untuk menaungi cabang olahraga ini. Kejuaraan nasional maupun internasional menjadi ajang pembuktian kemampuan atlet, termasuk latihan teknik, kekuatan fisik, dan koordinasi tim.

“Barongsai bukan hanya seni, tapi juga olahraga. Gerakan yang presisi, kekompakan tim, dan stamina fisik sangat dibutuhkan,” tambah Oktavianus, yang pernah mengikuti kejuaraan dunia di China pada 2019.

Menurutnya, setiap pertunjukan barongsai menuntut kombinasi kreativitas dan kemampuan atletik. Latihan keras menjadi kunci agar pertunjukan meriah tetap aman dan menarik bagi penonton.

Dedikasi Atlet Mendorong Pertumbuhan Barongsai

Latihan intens dan dedikasi para atlet menegaskan bahwa barongsai adalah perpaduan seni dan olahraga. Dengan semakin banyak kompetisi dan pengakuan formal, cabang olahraga ini diharapkan dapat meningkatkan minat generasi muda.

Ke depan, dukungan masyarakat terhadap pertunjukan barongsai dan apresiasi terhadap cabang olahraga ini menjadi penting. Tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai upaya pelestarian budaya sekaligus pengembangan olahraga yang membutuhkan disiplin tinggi.

Baca juga: “Pramono Jamin Perayaan Imlek di DKI Meriah, Ada Festival Lampion-Barongsai”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *