Harga Emas Naik Setelah Rilis Data Inflasi AS

Harga Emas Naik Setelah Rilis Data Inflasi AS

semanarioangolense – Harga emas dunia ditutup menguat pada perdagangan Jumat setelah data inflasi Amerika Serikat sesuai dengan ekspektasi pasar. Pergerakan ini memperkuat keyakinan bahwa The Fed akan melanjutkan pemangkasan suku bunga pada akhir tahun.

Emas spot naik 0,8% menjadi USD 3.777,79 per ons pada pukul 11:04 EDT. Logam mulia ini sempat menyentuh rekor USD 3.790,82 di awal pekan dan telah menguat sekitar 2,5% sepanjang minggu. Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Desember juga meningkat 1% ke USD 3.807,90 per ons.

Data terbaru menunjukkan indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) di AS tumbuh 2,7% secara tahunan pada Agustus. Angka ini sesuai survei ekonom Reuters dan menandakan inflasi masih dalam jalur yang dipantau The Fed. Berdasarkan CME FedWatch Tool, investor memperkirakan probabilitas penurunan suku bunga sebesar 88% pada Oktober dan 65% pada Desember.

Pedagang logam independen Tai Wong menyebut data PCE bulanan masih mendukung langkah The Fed. Ia menilai tidak ada sinyal yang menghalangi penurunan suku bunga secara bertahap dalam pertemuan berikutnya.

Penguatan emas juga didorong ekspektasi pelemahan dolar AS dan meningkatnya minat terhadap aset lindung nilai. Jika pemangkasan suku bunga berlanjut, harga emas berpotensi mencetak rekor baru pada kuartal mendatang.

Baca Juga : “PS6 Hadir dengan Spesifikasi Baru Lebih Bertenaga“

Harga Emas Naik, Komentar Pejabat The Fed dan Tarif Baru AS Jadi Sorotan Pasar Logam

Pelaku pasar menunggu pandangan terbaru dari Presiden The Fed Richmond, Thomas Barkin, dan Wakil Ketua Fed, Michelle Bowman. Keduanya dinilai dapat memberi sinyal arah kebijakan moneter selanjutnya, terutama terkait peluang pemangkasan suku bunga.

Emas sebagai aset safe haven tradisional biasanya menguat saat suku bunga menurun. Kondisi ini meningkatkan minat investor untuk berlindung dari volatilitas ekonomi dan risiko pasar. Dari sisi kebijakan global, Presiden Donald Trump mengumumkan tarif impor baru untuk obat-obatan, truk, dan furnitur yang akan berlaku mulai 1 Oktober. Kebijakan tersebut menambah ketidakpastian perdagangan dan berpotensi mendorong permintaan aset lindung nilai.

Harga logam mulia lainnya juga mengalami lonjakan signifikan. Perak spot naik 1,2% menjadi USD 45,76 per ons dan mencapai level tertinggi dalam lebih dari 14 tahun. Palladium turut meningkat 1,7% ke USD 1.271,46, sementara platinum melonjak 2,7% menjadi USD 1.570,45, yang merupakan level tertinggi dalam 12 tahun.

Kenaikan harga ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap kebijakan perdagangan dan arah kebijakan moneter AS. Jika komentar pejabat The Fed memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga, logam mulia berpotensi melanjutkan reli dalam beberapa pekan mendatang.

Baca Juga : iOS 26 Hadirkan Fitur Baru Layar Kunci dan Live Translation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *