Menkeu Purbaya Tegaskan Sistem Baru Awasi Impor

Menkeu Purbaya Tegaskan Sistem Baru Awasi Impor

semanarioangolense – Menkeu Purbaya Tegaskan Sistem Baru, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mempercepat modernisasi pengawasan impor melalui penerapan sistem berbasis kecerdasan buatan. Langkah ini muncul setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendorong percepatan reformasi untuk menutup celah praktik under-invoicing dan penyimpangan lain.

Trade AI menjadi inovasi utama yang dikembangkan dalam dua minggu. Sistem ini memindai dokumen impor, menilai nilai pabean, dan membandingkan harga barang dengan data marketplace dalam dan luar negeri. Teknologi ini menggantikan proses manual yang biasanya membatasi petugas memeriksa hanya 10 hingga 14 PIB per hari.

Purbaya menyebut kemampuan tim Bea Cukai sangat memadai. Ia menegaskan bahwa sistem ini murni dikembangkan internal tanpa pembelian produk luar. “Trade AI bisa mendeteksi under-invoicing, over-invoicing, hingga potensi pencucian uang,” ujar Purbaya dalam kunjungan di Tanjung Priok. Ia menilai pemeriksaan kini berjalan lebih cepat dan menghasilkan perhitungan bea masuk yang lebih akurat.

Proses serupa ia amati di Cikarang dan Tanjung Perak. Sistem langsung menilai barang yang masuk dan menampilkan perbandingan harga secara otomatis. Pendekatan digital ini diharapkan menekan manipulasi dokumen dan memperbaiki transparansi transaksi impor.

Penerapan AI di Bea Cukai menjadi bagian dari upaya nasional memperkuat pengawasan perdagangan. Sistem serupa telah diadopsi di sejumlah negara untuk menutup risiko penyalahgunaan nilai pabean yang merugikan penerimaan negara. Dengan perbaikan berkelanjutan, pemerintah menargetkan pemeriksaan menjadi lebih cepat, akurat, dan konsisten di seluruh pelabuhan utama.

Baca Juga : “Perbaikan Infrastruktur Pascabencana Sumatera Dimulai

Menkeu Purbaya Tegaskan AI Canggih Diterapkan di Bea Cukai untuk Perangi Penyelundupan di Pelabuhan

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai memperkuat pengawasan barang impor melalui pemasangan alat pindai berbasis kecerdasan buatan (AI). Langkah ini menandai transformasi digital layanan kepabeanan yang lebih cepat, transparan, dan modern.

Salah satu unit pemindai AI dipasang di Terminal Peti Kemas, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Sistem ini mampu mendeteksi barang ilegal, manipulasi dokumen, hingga praktik penyelundupan secara otomatis. Purbaya menekankan bahwa teknologi ini dirancang untuk mempercepat arus barang dan meningkatkan efisiensi pemeriksaan.

“Agenda kita sederhana tapi penting, Bea Cukai meresmikan pemindai peti kemas baru hari ini. Dulu urusan bea cukai bikin deg-degan, sekarang yang deg-degan justru oknum penyelundup,” kata Purbaya saat kunjungan pada Jumat (12/12/2025). Ia juga menambahkan bahwa meskipun AI mempercepat proses, petugas tetap mengontrol kualitas pemeriksaan agar akurat.

Penerapan AI ini merupakan bagian dari rencana percepatan transformasi digital di kepabeanan, yang sebelumnya telah diumumkan oleh Purbaya. Bendahara Negara menekankan bahwa modernisasi ini bukan pilihan, melainkan kebutuhan untuk menjaga kepercayaan publik, meningkatkan daya saing ekonomi, dan meminimalkan risiko penyelundupan.

Bea Cukai berharap pemindai AI dapat menurunkan potensi kerugian negara akibat penyelundupan dan praktik under-invoicing. Transformasi digital ini diharapkan menjadi contoh modernisasi pelayanan publik, sekaligus meningkatkan transparansi di seluruh pelabuhan utama Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.

Baca Juga : “Bea Cukai menindak Peredaran Pakaian Ilegal di Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *