semanarioangolense.net – Otorita Ibu Kota Nusantara memastikan pembangunan fisik kawasan pemerintahan dimulai serentak pada Desember 2025.
Pembangunan mencakup kawasan yudikatif, legislatif, serta kompleks perkantoran pemerintahan pusat.
Nilai proyek tersebut mencapai Rp20 triliun melalui skema kontrak tahun jamak.
Langkah ini menandai fase penting pembangunan Ibu Kota Nusantara sebagai pusat pemerintahan nasional.
Pemerintah menargetkan percepatan konstruksi agar fungsi politik negara dapat berjalan sesuai jadwal.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyampaikan kepastian tersebut di Samarinda, Kalimantan Timur.
Ia menegaskan seluruh proses lelang utama telah selesai pada pertengahan tahun ini.
Baca juga: “Kemenpar Umumkan Penundaan Festival Minangkabau di Sumbar”
Proses Lelang Rampung dan Kontrak Multitahun Ditandatangani
Basuki menjelaskan pembangunan kawasan yudikatif dan legislatif telah memasuki tahap kontraktual.
Kontrak tahun jamak mencakup periode 2025, 2026, dan 2027.
“Pelelangan sudah berhasil dan kontrak multi-tahun telah ditandatangani,” kata Basuki.
Ia menambahkan kontrak tersebut memungkinkan pekerjaan berjalan tanpa jeda anggaran.
Skema ini dipilih untuk menjaga kesinambungan pembangunan fisik di lapangan.
Pemerintah ingin menghindari keterlambatan akibat proses administrasi tahunan.
Konektivitas Kawasan Inti Pemerintahan Hampir Rampung
Kesiapan infrastruktur dasar menjadi faktor penting percepatan pembangunan kawasan pemerintahan.
Basuki menyebut konektivitas jalan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan menunjukkan kemajuan signifikan.
Jalan penghubung KIPP Segmen 1A, 1B, dan 1C hampir selesai seluruhnya.
Akses menuju jalan tol utama juga ditargetkan rampung pada akhir tahun ini.
Ketersediaan jalan yang memadai mempermudah mobilisasi alat berat dan material konstruksi.
Kondisi tersebut mempercepat pelaksanaan proyek strategis di kawasan IKN.
Investasi Swasta Mulai Terealisasi di Sekitar KIPP
Kemajuan infrastruktur publik mendorong realisasi investasi swasta di sekitar kawasan inti.
Basuki menyebut beberapa proyek nonpemerintah telah menunjukkan progres nyata.
Rumah Sakit Sabdi Waluya hampir menyelesaikan seluruh konstruksi bangunannya.
Sementara itu, SMA Taruna Nusantara siap beroperasi secara parsial mulai Maret 2026.
Kehadiran fasilitas kesehatan dan pendidikan memperkuat ekosistem kota baru.
Pemerintah menilai fasilitas tersebut penting bagi calon penduduk dan aparatur negara.
Pemerintah Dorong Himbara Percepat Konstruksi
Basuki menyampaikan pemerintah aktif mendorong percepatan investasi sektor perbankan.
Ia menyebut Himpunan Bank Milik Negara perlu segera memulai konstruksi fisik.
Tahun lalu, bank-bank Himbara baru melakukan seremoni peletakan batu pertama.
Pemerintah kini meminta pembangunan gedung segera dimulai.
“Kawasan bisnis harus segera terbentuk agar aktivitas ekonomi berjalan,” ujar Basuki.
Keberadaan bank dinilai vital bagi layanan keuangan di ibu kota baru.
Skema Pembiayaan Gabungan APBN dan Swasta
OIKN memastikan pembangunan tidak hanya mengandalkan dana negara.
Pembiayaan proyek menggunakan kombinasi berbagai sumber pendanaan.
Sumber tersebut meliputi APBN, Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha, serta investasi swasta murni.
Pendekatan ini bertujuan menjaga keberlanjutan fiskal jangka panjang.
Pemerintah menilai partisipasi swasta penting untuk mempercepat pembangunan kota.
Skema KPBU juga memberikan kepastian pengelolaan aset jangka panjang.
Infrastruktur Air dan Pengendalian Banjir Diperkuat
Selain bangunan pemerintahan, dukungan infrastruktur dasar terus diperkuat.
Pemerintah menandatangani kontrak pembangunan 24 embung tambahan.
Embung tersebut berfungsi menjaga pasokan air baku bagi kawasan IKN.
Fungsi lainnya adalah pengendalian banjir pada musim hujan.
Ketersediaan air menjadi faktor krusial bagi keberlanjutan permukiman dan perkantoran.
Pemerintah menargetkan sistem air terintegrasi beroperasi sebelum hunian massal dibangun.
Tahapan Konstruksi Diatur Bertahap Hingga 2026
Basuki menjelaskan pemerintah mengatur tahapan konstruksi secara berjenjang.
Fokus utama pada akhir 2025 adalah infrastruktur pemerintahan.
Pembangunan sektor hunian dijadwalkan berjalan efektif mulai tahun 2026.
Pendekatan ini disesuaikan dengan kebutuhan operasional awal ibu kota.
“Urutan pembangunan kami atur agar fungsi negara berjalan lebih dahulu,” ujar Basuki.
Hunian disiapkan seiring bertambahnya aparatur dan pekerja.
Target IKN Siap sebagai Ibu Kota Politik 2028
Akselerasi pembangunan fisik dinilai krusial bagi target nasional.
Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025 menetapkan Nusantara sebagai ibu kota politik pada 2028.
Seluruh proyek strategis diarahkan untuk memenuhi target tersebut.
Pemerintah memantau capaian fisik secara berkala di lapangan.
Basuki menilai progres saat ini masih sesuai perencanaan awal.
“Semua peta jalan konstruksi berada dalam koridor yang tepat,” katanya.
Ke depan, OIKN akan menjaga konsistensi pelaksanaan proyek lintas sektor.
Pemerintah berharap Nusantara dapat berfungsi penuh sesuai mandat konstitusional.
Baca juga: “OIKN Siagakan 13 EV Bus untuk Pengunjung KIPP selama Libur Natal dan Tahun Baru”




Leave a Reply