Pemprov Sumut Siapkan 1.000 Hunian Permanen Korban Banjir

semanarioangolense.net – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) telah menyiapkan lahan untuk pembangunan 1.000 hunian permanen bagi warga yang terdampak bencana hidrometeorologi, termasuk banjir, banjir bandang, dan tanah longsor. Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, memastikan bahwa proses pembangunan hunian ini akan dilaksanakan secepatnya untuk mengatasi kebutuhan tempat tinggal bagi ribuan korban yang kehilangan rumah akibat bencana.

Komitmen Pemerintah dan Kolaborasi dengan Yayasan Buddha Tzu Chi

Dalam sebuah acara di Medan, Rabu (16/12), Gubernur Bobby Nasution menyampaikan komitmennya untuk menyediakan lahan yang diperlukan bagi pembangunan rumah permanen tersebut. Ia menjelaskan bahwa pembangunan rumah-rumah ini merupakan hasil dari kerja sama antara pemerintah provinsi dengan Yayasan Buddha Tzu Chi dan dukungan dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia (RI), Maruarar Sirait.

Baca juga: “Pembalakan Liar di Sumut Picu Banjir, Pelaku Terancam TPPU”

“Pemerintah Provinsi Sumut berkomitmen untuk menyiapkan lahan yang dibutuhkan agar pembangunan hunian bisa segera dilaksanakan dan dapat dimanfaatkan secara permanen oleh masyarakat,” kata Bobby Nasution. Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi antara Yayasan Buddha Tzu Chi dan pemerintah pusat dalam memberikan bantuan hunian untuk korban bencana.

Menurut Bobby, bantuan rumah permanen ini sangat penting untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor yang terjadi di Sumut sejak November lalu. “Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita terdampak bencana,” tambahnya.

Data Bencana Hidrometeorologi di Sumut

Sejak 25 November 2025, bencana hidrometeorologi telah melanda 17 kabupaten/kota di Sumatera Utara, termasuk Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, Humbang Hasudutan, Padangsidempuan, Pakpak Bharat, Mandailing Natal, Medan, Binjai, Langkat, Deli Serdang, Nias, Tebing Tinggi, Serdang Bedagai, Asahan, dan Batu Bara.

Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, bencana ini mengakibatkan 355 orang meninggal, 83 orang hilang, dan 464.328 kepala keluarga terdampak. Sebanyak 5.426 kepala keluarga masih mengungsi akibat bencana tersebut. Data ini menunjukkan betapa besar dampak bencana ini terhadap kehidupan masyarakat di Sumut. Oleh karena itu, bantuan hunian permanen ini sangat penting untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para korban bencana.

Menteri PKP Maruarar Sirait: 2.603 Hunian Permanen Dibangun

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait juga mengungkapkan bahwa sebanyak 2.603 hunian permanen akan segera dibangun dengan dana CSR (Corporate Social Responsibility) tanpa menggunakan dana dari APBN. Maruarar menyampaikan bahwa 2.500 unit rumah akan dibangun oleh Yayasan Buddha Tzu Chi, sementara 103 unit rumah akan dibangun menggunakan dana pribadi Menteri PKP yang dialokasikan untuk wilayah Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden RI, negara harus hadir dan bertindak cepat dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena bencana,” ujar Maruarar dalam rapat daring percepatan pembangunan hunian permanen di rumah dinas Gubernur Sumut, Selasa (16/12).

Maruarar juga mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak yang terlibat, termasuk Kementerian Hukum, BPKP, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Agama, dan pemerintah provinsi yang telah bekerja sama dengan baik. Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk semangat gotong-royong yang sangat diperlukan untuk membantu masyarakat bangkit kembali setelah bencana.

Kolaborasi Antar Pihak dan Gotong-Royong untuk Pemulihan

Pembangunan hunian permanen bagi korban banjir di Sumut ini menjadi bukti nyata dari semangat gotong-royong dan kolaborasi antara berbagai pihak. Pemerintah daerah, yayasan, kementerian, serta sektor swasta bersama-sama bergotong-royong untuk membantu korban bencana mendapatkan tempat tinggal yang layak dan aman.

Pentingnya kolaborasi ini semakin jelas mengingat banyaknya korban yang membutuhkan rumah setelah bencana. Selain itu, pembangunan hunian permanen ini juga menjadi langkah penting dalam pemulihan pasca-bencana, agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan lebih baik.

Gubernur Bobby Nasution berharap pembangunan 1.000 hunian permanen ini dapat menjadi harapan baru bagi masyarakat Sumut yang terdampak bencana. “Bantuan ini jadi harapan besar bagi masyarakat untuk kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan aman,” jelasnya.

Masa Depan yang Lebih Baik untuk Korban Bencana

Langkah pemerintah Sumatera Utara untuk menyediakan lahan bagi pembangunan 1.000 hunian permanen bagi korban banjir menunjukkan komitmen besar dalam memberikan bantuan jangka panjang untuk pemulihan pasca-bencana. Pembangunan ini tidak hanya memberikan tempat tinggal yang layak, tetapi juga memberikan harapan bagi masyarakat yang telah kehilangan rumah akibat bencana hidrometeorologi.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Yayasan Buddha Tzu Chi dan Kementerian PKP, diharapkan program ini dapat berjalan dengan lancar dan selesai tepat waktu, sehingga ribuan warga yang terdampak bencana dapat segera kembali ke rumah yang aman dan nyaman. Pemerintah Provinsi Sumut juga berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat dalam pemulihan dan membantu mereka memulai kehidupan baru yang lebih baik setelah bencana.

Baca juga: “HUT Ke-54 Korpri, Bobby Nasution Salurkan Rp 2 Miliar Bantuan ASN untuk Korban Bencana di Sumut”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *