semanarioangolense – China resmi menambah kekuatan besar dalam armada lautnya dengan meresmikan kapal induk terbaru, Fujian, pada Rabu (5/11/2025) di Pulau Hainan. Presiden Xi Jinping hadir langsung dalam upacara tersebut, menandai pentingnya kapal induk ini bagi modernisasi militer China.
Fujian menjadi kapal induk ketiga China sekaligus yang pertama sepenuhnya dirancang dan dibangun di dalam negeri. Kapal ini mencerminkan ambisi Beijing untuk menjadikan angkatan lautnya berkelas dunia pada 2035. Kapal induk ini diharapkan menutup kesenjangan kemampuan dengan armada AS, yang memiliki jaringan pangkalan luas di berbagai belahan dunia.
Menurut Greg Poling, Direktur Asia Maritime Transparency Initiative di CSIS, kapal induk adalah kunci dalam membangun angkatan laut biru. China ingin menguasai perairan Rantai Pulau Pertama, termasuk Laut China Selatan, Laut China Timur, dan Laut Kuning. Poling menekankan, kemampuan kapal induk sangat penting jika China ingin bersaing dengan AS di Rantai Pulau Kedua, wilayah strategis termasuk Guam.
Laporan terbaru Pentagon mencatat peningkatan signifikan dalam kemampuan militer China, menegaskan negara ini kini menjadi satu-satunya pesaing AS dengan kapasitas global nyata. Song Zhongping, pakar militer Hong Kong, menambahkan bahwa kapal induk China harus mampu beroperasi jauh dari perairan domestik. Ia menyatakan, China sebagai kekuatan besar perlu hadir secara global untuk misi pelatihan dan dukungan strategis.
Dengan kehadiran Fujian, China menunjukkan tekad memperkuat proyeksi kekuatan maritimnya. Langkah ini dipandang sebagai strategi jangka panjang untuk meningkatkan pengaruh global, memperluas operasi laut, dan menantang dominasi militer AS di kawasan Indo-Pasifik.
Baca Juga: “Menara Saidah Kini Dibuka Lagi: Jejak Sejarah dan Misterinya“
Kapal Induk Fujian China: Lompatan Teknologi dan Tantangan Global
Kapal induk terbaru China, Fujian, menandai kemajuan signifikan dibandingkan Liaoning dan Shandong. Kedua kapal sebelumnya masih berbasis desain Uni Soviet dan menggunakan sistem peluncuran ski-jump.
Fujian membawa inovasi besar dengan sistem peluncur elektromagnetik EMALS, teknologi canggih yang sebelumnya hanya dimiliki kapal induk kelas Ford milik AS. Sistem ini memungkinkan peluncuran pesawat lebih presisi, mengurangi tekanan pada pesawat, dan mendukung berbagai jenis pesawat, termasuk yang berat dengan bahan bakar penuh. Selama uji coba laut, Fujian berhasil meluncurkan pesawat KJ-600, pesawat tempur J-35, dan J-15T. Angkatan Laut China menyatakan kapal kini memiliki kapabilitas operasi penuh di dek penerbangan.
Keunggulan utama Fujian adalah kemampuan membawa pesawat pengintai sendiri. Hal ini memungkinkan kapal beroperasi jauh dari dukungan darat, bahkan hingga wilayah Rantai Pulau Kedua. “Fujian adalah lompatan besar dalam kemampuan kapal induk China dibanding dua kapal sebelumnya,” ujar Hart, analis militer.
Meski maju, Fujian masih tertinggal dibanding kapal induk AS. China hanya memiliki tiga kapal induk konvensional, sementara AS memiliki sebelas kapal bertenaga nuklir yang dapat beroperasi tanpa batas waktu. Kapal induk AS juga lebih besar, membawa lebih banyak pesawat, memiliki lift yang lebih cepat, dan didukung jaringan pangkalan global.
China terus mengejar ketertinggalan dengan memperluas galangan kapal, membangun kapal induk baru, kapal perusak besar, dan kapal selam nuklir. Hart menambahkan, “China meningkatkan kapasitas dan daya tembak secara signifikan, menyiapkan armada masa depan yang lebih kompetitif.”
Dengan Fujian dan proyek kapal induk berikutnya, China menunjukkan strategi jangka panjang untuk memperkuat proyeksi kekuatan maritim dan meningkatkan pengaruh global di Indo-Pasifik.
Baca Juga: “ChatGPT Picu Kekhawatiran, OpenAI Ungkap Risiko Psikosis“




Leave a Reply