Malapraktik Baru di China: Organ Bocah 12 Tahun Rusak

Malapraktik Baru di China: Organ Bocah 12 Tahun Rusak

semanarioangolense -Malapraktik Baru di China: Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun di Shandong, China, kehilangan hampir seluruh sistem pencernaannya akibat komplikasi medis serius. Xiaoye sebelumnya sehat hingga mengalami benjolan di perut setelah teman sekelas menabraknya secara tidak sengaja di taman bermain.

Selama dua tahun, ibu Xiaoye mencari rumah sakit dan dokter yang dapat menyembuhkan putranya. Para ahli merekomendasikan operasi laparoskopi, prosedur minimal invasif dengan sayatan kecil, untuk mengangkat tumor pankreas yang ditemukan. Namun, saat prosedur dijalankan, komplikasi mendadak muncul, memaksa tim medis melakukan operasi panjang 14 jam. Operasi ini akhirnya mengangkat sebagian besar organ pencernaan Xiaoye, termasuk pankreas, duodenum, sebagian usus halus, kantong empedu, dan dua pertiga lambungnya.

Menurut laporan Red Star News, ibu Xiaoye mengaku dokter meminta tanda tangannya pada empat formulir persetujuan selama operasi. Dokter bersikeras melakukan tindakan tertentu karena pendarahan yang terjadi saat prosedur. Ibu Xiaoye tidak menaruh curiga, namun kenyataan pascaoperasi sangat pahit. Kini, Xiaoye hanya bisa bertahan hidup dengan nutrisi intravena. Berat badan terus menurun, bilirrubinnya meningkat, dan ia menjadi sangat pendiam.

Kasus ini mencerminkan risiko komplikasi medis dan pentingnya transparansi dalam prosedur operasi. Menurut SCMP, komplikasi pencernaan pascaoperasi ekstrem pada anak jarang terjadi, namun bisa menimbulkan ketergantungan nutrisi jangka panjang. Para ahli menekankan perlunya evaluasi ulang protokol persetujuan medis dan peningkatan pengawasan rumah sakit.

Kondisi Xiaoye menyoroti tantangan besar dalam sistem kesehatan: pasien muda bisa menghadapi risiko jangka panjang akibat kelalaian. Keluarga dan dokter kini berfokus pada perawatan nutrisi jangka panjang dan dukungan psikologis, demi kualitas hidup yang lebih baik bagi Xiaoye.

Baca Juga: “Lapangan Kerja Meluas Lewat Peluang Baru Broker Perumahan

Forensik Ungkap Malapraktik Medis di Shandong: Anak Kehilangan Organ Vital dan Keluarga Hadapi Beban Perawatan Berat

Laporan forensik Desember 2023 mengungkap kesalahan serius dalam perawatan medis Xiaoye di Shandong, China. Kesalahan ini menyebabkan cedera parah dan mengubah hidup anak tersebut.

Penyelidikan Dinas Kesehatan Kabupaten Chengwu pada Mei menemukan kelalaian prosedur operasi, termasuk konsultasi pra-operasi yang tidak memadai dari berbagai departemen rumah sakit. Persetujuan pengangkatan organ didapatkan karena ibunya merasa tertekan. Dokter bahkan memberi ancaman akan menuduhnya menghalangi perawatan jika menolak.

Selama operasi, organ yang diangkat bertambah, termasuk bagian usus halus, kantong empedu, dan dua pertiga lambung. Kini Xiaoye hanya memiliki 50 sentimeter usus besar. Kondisi ini membuatnya sepenuhnya bergantung pada nutrisi intravena, sementara kebutuhan medis lanjutan sangat tinggi dan biaya pengobatan terus meningkat.

Rumah sakit telah memberikan kompensasi 200.000 yuan (sekitar Rp450 juta), tetapi jumlah itu jauh di bawah biaya perawatan jangka panjang. Ibu Xiaoye berjuang keras untuk membawa putranya ke kota lain dan mencari spesialis transplantasi. Namun, peluang menemukan organ yang cocok sangat kecil, dan kebutuhan obat menambah tekanan finansial.

“Kami melakukan segala yang kami bisa untuk menyelamatkannya. Kami ingin mengakses catatan pengawasan bedah untuk mengungkap kebenaran bagi putra saya,” ungkap ibunya, seperti dilaporkan media lokal.

Xiaoye sendiri menghadapi rasa sakit dan kebingungan emosional. Ia sering bertanya, “Bu, aku tidak bisa makan atau minum. Apa arti hidup?” Pertanyaan itu menyoroti dampak psikologis dari malapraktik medis pada anak-anak.

Kasus ini menegaskan perlunya reformasi medis, transparansi dalam persetujuan operasi, dan perlindungan pasien, terutama anak-anak. Dukungan psikologis dan perawatan nutrisi jangka panjang menjadi prioritas keluarga untuk meningkatkan kualitas hidup Xiaoye.

Baca Juga : “Bedah Rumah Sasar 50 Ribu Hunian Tak Layak Maluku Utara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *