semanarioangolense – Badan Gizi Nasional memperluas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menambah kelompok penerima dari tenaga pendidik hingga komunitas lokal. Langkah ini mendukung pemerataan gizi nasional dan memastikan akses pangan bergizi menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan bahwa penerima MBG kini tidak hanya mencakup siswa sekolah. Program juga menyasar guru, ustaz, kader posyandu, serta kelompok masyarakat rentan yang membutuhkan dukungan langsung. Perluasan ini dilakukan sebagai respons atas tingginya kebutuhan gizi di berbagai lapisan masyarakat.
Wakil Kepala BGN Bidang Investigasi dan Komunikasi Publik, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa kebijakan ini mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut Presiden ingin memastikan seluruh warga rentan memperoleh makanan bergizi secara berkelanjutan. “Pak Prabowo ingin semua siswa dapat makan makanan bergizi dan tumbuh dengan baik,” kata Nanik dalam keterangan resmi.
Nanik menjelaskan bahwa Presiden juga meminta kelompok miskin dan rentan menjadi prioritas utama. Ia menambahkan bahwa kelompok disabilitas, lansia, anak putus sekolah, anak jalanan, serta pemulung masuk dalam daftar penerima baru. Perluasan ini bertujuan menutup kesenjangan gizi yang masih terjadi di beberapa wilayah.
Menurut data BGN, lebih dari 30 persen keluarga rentan masih mengalami keterbatasan akses pangan. Pemerintah menargetkan penurunan angka tersebut melalui distribusi MBG yang lebih merata. Program ini juga akan diperkuat dengan pendampingan gizi di tingkat sekolah dan komunitas.
Pemerintah berharap perluasan MBG dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat rentan. BGN menyiapkan evaluasi rutin untuk memastikan program berjalan efektif dan menyentuh kelompok yang paling membutuhkan. Program ini diharapkan menjadi fondasi peningkatan kualitas gizi nasional dalam beberapa tahun ke depan.
Baca Juga : “Harga Minyakita Naik ke Rp16.700 Jelang Nataru“
Badan Gizi Nasional Perluas MBG untuk Tenaga Pendidik dan Daerah Terpencil
Pemerintah memperbesar cakupan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menyertakan tenaga pendidik dan kelompok komunitas. Langkah ini bertujuan memperkuat ketahanan gizi nasional dan memastikan pemerataan akses pangan bergizi di seluruh wilayah.
Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut guru sekolah negeri, tenaga honorer, guru swasta, ustaz, serta pengajar pesantren kini menerima MBG. Santri di pesantren salaf yang tidak berafiliasi dengan Kementerian Agama juga masuk sebagai penerima. Kebijakan ini mengisi celah bantuan yang sebelumnya tidak menyentuh tenaga pendidikan. “Kader PKK dan posyandu juga menjadi penerima manfaat MBG,” ujar Nanik Sudaryati Deyang.
Kepala BGN Dadan Hindayana menambahkan bahwa pemerintah memperkuat infrastruktur pendukung untuk mempercepat distribusi MBG. Ia menyebut 8.200 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah teridentifikasi di wilayah terpencil. Sebanyak 4.700 unit sedang dibangun untuk mempercepat penyaluran bantuan. Dadan menyatakan jumlah penerima MBG di wilayah terpencil mencapai hampir 3 juta orang.
Dadan menargetkan 20 ribu SPPG di daerah aglomerasi dan 170 unit di wilayah terpencil beroperasi pada akhir 2025. Ia menyebut seluruh SPPG ditargetkan berfungsi penuh pada Maret atau April 2026. “Pada periode itu, sebanyak 82,9 juta orang sudah bisa dicapai,” kata Dadan menjelaskan target nasional.
Presiden Prabowo sebelumnya mengatakan bahwa MBG telah memproduksi lebih dari 2 miliar porsi makanan. Jumlah ini melampaui proyeksi awal sebanyak 1,8 miliar porsi. Ia menyebut pencapaian tersebut sebagai bukti efektivitas sistem produksi pangan nasional.
Perluasan MBG diharapkan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, menekan tingkat kerawanan pangan, dan memperkuat pelayanan publik berbasis komunitas. Pemerintah menyiapkan evaluasi berkelanjutan agar program berjalan efektif dan menjangkau semua kelompok prioritas.
Baca Juga : “Netflix resmi mengakuisisi Warner Bros Rp 1.201 Triliun“




Leave a Reply