semanarioangolense.net – Petenis putri Indonesia Aldila Sutjiadi sudah siap menghadapi laga pembuka di ajang Dubai Duty Free Tennis Championships atau WTA 1000 Dubai, yang dimulai Senin waktu setempat.
Pelatih Aldila, Christopher Rungkat, memastikan persiapan telah matang sejak jauh-jauh hari, bahkan sebelum meninggalkan Doha. Setelah tersingkir di babak pertama Qatar Open, Aldila langsung fokus ke Dubai.
“Untuk persiapan Aldila sendiri, kita sudah datang lebih awal ke Dubai dari Doha. Jadi kita udah ada 3-4 hari adaptasi dengan lapangan, dengan climate yang kurang lebih hampir sama kayak Doha,” kata Christo kepada ANTARA melalui pesan singkat.
Adaptasi Lapangan dan Cuaca di Dubai
Christo menambahkan, kondisi di Dubai berbeda sedikit dibanding Doha. Suhu lebih panas membuat bola melaju lebih cepat, sehingga adaptasi menjadi kunci penting.
“Cuman di sini memang lebih panas dari Doha, dan bolanya juga lebih melaju karena panas cuacanya. Kita siap 100 persen, dan Aldila akan memberikan 1000 persen yang terbaik,” ujar Christo.
Dengan adaptasi yang tepat, Aldila diharapkan mampu memanfaatkan kecepatan bola dan cuaca panas untuk strategi permainan.
Penampilan Aldila di Nomor Ganda
Di sektor ganda, Aldila kembali berduet dengan Irina Khromacheva. Pada babak pertama, mereka dijadwalkan menghadapi pasangan Alexandra Panova/Diana Shnaider pada pukul 15.00 WIB.
Christo menilai lawan cukup tangguh, terutama Shnaider yang merupakan pemain tunggal solid. “Lawan Panova dan Shnaider, yang kita tau Shnaider itu pemain single yang bagus. Jadi ini bakal menjadi match-up yang menarik,” katanya.
Sebelumnya, di WTA 1000 Doha, Aldila dan Khromacheva kalah dari unggulan kelima Luisa Stefani/Gabriela Dabrowski dengan skor 5-7, 2-6. Hasil itu menjadi evaluasi sekaligus motivasi tambahan untuk bangkit di Dubai.
Janice Tjen, Wakil Indonesia Lainnya
Selain Aldila, Indonesia juga diwakili Janice Tjen di turnamen WTA 1000 Dubai. Petenis 23 tahun asal Jakarta ini tampil impresif di sektor tunggal. Pada laga pembuka, Minggu (15/2), Janice menyingkirkan petenis Ukraina Dayana Yastremska lewat straight set 6-4, 6-1.
Di babak kedua, Janice akan menghadapi Leylah Fernandez pada Senin pukul 17.00 WIB. Fernandez sebelumnya mengalahkan unggulan ke-13 Liudmila Samsonova.
Pertemuan ini menjadi duel kedua mereka setelah Janice menang straight set atas Leylah di babak pertama Australian Open 2026. Modal head-to-head ini bisa meningkatkan kepercayaan diri Janice.
Baca juga: “Lamine Yamal Cetak Gol Lebih Banyak dari Maradona di Barca”
Partisipasi Janice di Nomor Ganda
Janice juga dijadwalkan turun di nomor ganda bersama petenis Ceko Marie Bouzkova. Mereka akan menghadapi pasangan Jiang Xinyu/Ulrikke Eikeri pada babak pertama sekitar pukul 19.00 WIB, setelah laga tunggal Janice selesai.
Kehadiran dua wakil Indonesia di nomor tunggal dan ganda menambah daya tarik WTA 1000 Dubai sebagai panggung penting unjuk gigi bagi tenis putri Tanah Air.
Harapan dan Strategi Tim Indonesia
Kedua petenis Indonesia ini telah mempersiapkan diri dengan matang. Adaptasi cuaca, kondisi lapangan, dan strategi permainan menjadi fokus utama pelatih.
Christo menekankan, kombinasi pengalaman Aldila dan semangat Janice diharapkan memberi performa terbaik. Kedua petenis memiliki peluang untuk lolos ke babak lanjutan jika mampu memanfaatkan pengalaman dan kondisi lapangan.
Momentum Tenis Putri Indonesia
WTA 1000 Dubai menjadi ajang penting bagi tenis putri Indonesia untuk menunjukkan kualitas di level elite. Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen siap memaksimalkan peluang mereka di lapangan.
Dengan persiapan matang, adaptasi kondisi, dan pengalaman sebelumnya, kedua atlet memiliki modal untuk tampil kompetitif. Turnamen ini juga menjadi tolok ukur kesiapan mereka menghadapi musim kompetisi WTA selanjutnya.
Baca juga: “Hasil Dubai Championships: Janice Tjen ke 16 Besar Usai Tekuk Leylah”




Leave a Reply