Menpora
semanarioangolense– Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB, Lalu Hardian Irfani, menanggapi isu rangkap jabatan Erick Thohir. Menteri BUMN itu baru saja dilantik sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) oleh Presiden Prabowo Subianto pada Rabu, 17 September 2025, di Istana Negara.
Menurut Lalu, perhatian publik wajar karena Erick masih menjabat sebagai Menteri BUMN. Komisi X menilai perlu ada kejelasan agar fokus kerja di sektor kepemudaan dan olahraga tidak terganggu. DPR ingin memastikan kementerian strategis itu dijalankan secara optimal.
“Penting ada penegasan agar fungsi Menpora berjalan maksimal. Pemuda dan olahraga membutuhkan perhatian penuh,” ujar Lalu saat diwawancara.
Diketahui, Erick Thohir merupakan sosok yang memiliki rekam jejak kuat di dunia olahraga. Ia pernah menjadi Ketua Panitia Asian Games 2018 dan saat ini masih menjabat sebagai Ketua Umum PSSI. Namun, rangkap jabatan menimbulkan kekhawatiran publik terkait efektivitas kerja.
Pengamat politik menilai rangkap jabatan dapat berpotensi menimbulkan konflik kepentingan. Terutama karena Kementerian BUMN memiliki kepentingan besar dalam mendukung pembiayaan dan sponsor olahraga. DPR menegaskan pihaknya akan mengawasi kebijakan Erick sebagai Menpora agar tetap transparan dan akuntabel.
Ke depan, DPR meminta pemerintah memberi kepastian mengenai posisi Erick di Kementerian BUMN. Publik berharap penataan jabatan tidak mengganggu komitmen pemerintah dalam mendorong prestasi olahraga nasional dan pembangunan kepemudaan.
Baca Juga : “Sosok Ini Diklaim Lebih Cocok Gantikan Amorim di MU“
Erick Thohir Resmi Gantikan Dito Ariotedjo Sebagai Menpora
Erick Thohir resmi menggantikan Dito Ariotedjo sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga setelah reshuffle kabinet pada 8 September 2025. Serah terima jabatan dilakukan di Auditorium Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta Pusat, pada 18 September 2025.
Penunjukan Erick sempat menimbulkan sorotan publik karena ia masih menjabat Ketua Umum PSSI. Dua jabatan strategis itu dinilai saling berkaitan erat. Meski FIFA tidak melarang secara eksplisit, pertanyaan tentang efektivitas posisinya tetap mencuat.
“Rangkap jabatan ini menuntut konsistensi tinggi. Publik menunggu langkah nyata Erick dalam mengelola olahraga dan kepemudaan,” ujar seorang pengamat olahraga nasional.
Erick sebelumnya dikenal aktif membangun ekosistem sepak bola nasional. Di bawah kepemimpinannya, PSSI mendorong transformasi kompetisi dan pembinaan usia muda. Namun, posisinya sebagai Menpora kini membawa tantangan lebih besar untuk menjaga objektivitas kebijakan.
Keterlibatan pemerintah dalam dunia olahraga, termasuk sepak bola, membutuhkan regulasi yang transparan. Publik berharap keputusan Erick tidak dipengaruhi kepentingannya di PSSI. Potensi konflik kepentingan dapat muncul terutama pada program pendanaan, sponsor, dan penyelenggaraan event olahraga.
Ke depan, keberhasilan Erick sebagai Menpora akan dinilai dari kemampuannya membagi fokus. Harapan besar masyarakat terletak pada peningkatan prestasi olahraga nasional dan pemberdayaan generasi muda. Transparansi dan akuntabilitas akan menjadi kunci menjaga kepercayaan publik terhadap kebijakan Kemenpora.
Baca Juga : “Cinta Laura Kritik Jurang Gaji Buruh dan Pejabat“




Leave a Reply