Israel Meradang Usai Empat Negara Akui Palestina

Israel Meradang Usai Empat Negara Akui Palestina

semanarioangolense– Israel Meradang Usai Empat Negara Akui Palestina, Inggris, Australia, dan Kanada resmi mengakui Negara Palestina pada Minggu, 21 September 2025. Langkah ini memicu respons marah dari Israel.

Pengakuan terkoordinasi tersebut mencerminkan tekanan internasional terhadap kebijakan Israel di Gaza dan Tepi Barat. Ketiga negara Persemakmuran itu menilai perlu adanya solusi konkret menuju perdamaian. Mereka juga menekankan pentingnya penghentian pembangunan permukiman yang terus meluas di wilayah pendudukan.

“Keputusan ini diambil demi mendukung perdamaian berkelanjutan di kawasan,” ujar pernyataan bersama dari ketiga pemerintah, dikutip oleh media internasional. Pernyataan itu menambahkan bahwa pengakuan Palestina adalah langkah penting untuk membuka jalur diplomasi yang lebih seimbang.

Israel langsung menanggapi dengan nada keras. Kementerian Luar Negeri Israel menyebut keputusan tersebut sebagai langkah sepihak yang akan memperburuk konflik. Pemerintah Israel juga menilai pengakuan itu mengabaikan ancaman keamanan yang mereka hadapi.

Sejak konflik di Gaza meningkat pada 2023, lebih dari 35 ribu warga sipil dilaporkan tewas menurut data PBB. Situasi ini memperburuk citra Israel di mata komunitas internasional dan memunculkan tekanan diplomatik baru.

Pengamat menilai pengakuan Palestina oleh Inggris, Australia, dan Kanada bisa mendorong negara lain mengambil langkah serupa. Jika semakin banyak negara mendukung Palestina, posisi Israel dalam diplomasi global bisa semakin terisolasi.

Langkah ini menjadi babak baru dalam politik Timur Tengah. Tekanan internasional diperkirakan akan terus meningkat, sementara peluang dialog damai antara Israel dan Palestina masih terbuka tetapi penuh tantangan.

Baca Juga : “Kondisi Blok M Terkini Usai Viral Ditinggal Pedagang

Israel Meradang Usai Empat, Inggris Akui Palestina, Starmer Tegaskan Harapan Solusi Dua Negara

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan pengakuan resmi terhadap Negara Palestina pada Minggu, 21 September 2025. Langkah ini ditujukan untuk menghidupkan kembali harapan perdamaian di Timur Tengah.

Starmer menyampaikan keputusan tersebut melalui pesan video. Ia menekankan bahwa pengakuan Palestina bukan hadiah bagi Hamas, melainkan upaya mendukung solusi dua negara. “Hari ini, untuk menghidupkan kembali harapan perdamaian dan solusi dua negara, saya menyatakan bahwa Inggris secara resmi mengakui Negara Palestina,” kata Starmer, dikutip Associated Press.

Starmer mengingatkan bahwa Inggris mengakui Israel lebih dari 75 tahun lalu. Kini, Inggris bergabung dengan lebih dari 150 negara lain yang juga mengakui Palestina. Ia menambahkan bahwa keputusan ini lahir dari dorongan internal Partai Buruh yang menuntut sikap lebih tegas.

Israel merespons keras. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan pembentukan Negara Palestina tidak akan pernah terjadi. Sementara itu, Hamas menyambut langkah ini dengan mendesak komunitas internasional untuk mengisolasi Israel.

Portugal segera mengikuti langkah serupa di hari yang sama. Sebelumnya, pada Juli lalu, Starmer sudah menyebut bahwa Inggris akan mengakui Palestina kecuali Israel menghentikan perang di Gaza, mengizinkan bantuan PBB, dan membuka jalan menuju perdamaian jangka panjang.

Pengamat menilai pengumuman ini bukan kejutan. Lebih banyak negara, termasuk Prancis, diperkirakan akan mengumumkan pengakuan resmi pada Sidang Umum PBB minggu ini. Prancis, bersama Inggris, juga merupakan anggota tetap Dewan Keamanan PBB sehingga langkah tersebut memiliki bobot diplomatik yang besar.

Keputusan Inggris, Australia, Kanada, dan Portugal menambah tekanan . Jika tren ini berlanjut, isolasi diplomatik berpotensi semakin dalam.

Baca Juga : “Prabowo Siapkan Strategi Buka Jutaan Lapangan Kerja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *