Chrome Perketat Keamanan, Blokir Situs Tanpa HTTPS 2026

Chrome Perketat Keamanan, Blokir Situs Tanpa HTTPS 2026

semanarioangolense – Google berencana memperketat keamanan di Chrome dengan memperluas peringatan untuk situs tanpa HTTPS.
Browser akan menampilkan notifikasi setiap pengguna mengunjungi situs yang belum terenkripsi.

Langkah ini akan diterapkan melalui fitur “Selalu Gunakan Koneksi Aman” pada Chrome 154, dijadwalkan rilis Oktober 2026.
Sebelumnya, Chrome hanya menampilkan peringatan ketika HTTPS salah konfigurasi. Mulai pembaruan ini, situs tanpa HTTPS sama sekali akan ditandai.

Menurut blog resmi Google Security, sekitar 95-99 persen situs internet kini menggunakan HTTPS.
Tujuan kebijakan ini adalah mengurangi risiko peretasan akibat koneksi HTTP yang tidak aman.
Google menambahkan, kontributor utama HTTP yang tidak aman berasal dari situs pribadi, yang masih sulit memperoleh sertifikasi HTTPS.

“Meski situs pribadi lebih rendah risikonya, kami tetap mendorong pengembang memakai HTTPS,” tulis Google.
Peringatan HTTP tetap bisa dinonaktifkan pengguna lewat menu pengaturan Chrome, jika diperlukan.
Sebelum aktivasi global, pengguna dengan pengaturan Penjelajahan Aman tingkat lanjut akan menerima pembaruan lebih dulu pada April 2026.

Langkah ini diharapkan mendorong pengembang mengadopsi HTTPS secara menyeluruh, meningkatkan keamanan internet publik.
Dengan jumlah situs HTTP terus menurun, risiko serangan berbasis koneksi tidak aman diharapkan semakin kecil.
Chrome menjadi salah satu peramban pertama yang mengubah standar keamanan internet secara agresif, sejalan dengan tren global HTTPS.

Baca Juga: “Pengusaha Tekstil: Temui Purbaya, Pastikan Tak Ada PHK

OpenAI Rilis ChatGPT Atlas, Browser AI Penantang Google Chrome

OpenAI resmi meluncurkan ChatGPT Atlas, browser berbasis kecerdasan buatan (AI) yang digadang sebagai pesaing kuat Google Chrome, Microsoft Edge, dan Opera.
Peramban ini hadir dengan fitur AI terintegrasi yang memungkinkan pengguna berinteraksi langsung dengan web secara cerdas dan dinamis.

Peluncuran ChatGPT Atlas diumumkan melalui kanal YouTube OpenAI pada Selasa (21/10/2025).
CEO OpenAI Sam Altman menjelaskan bahwa Atlas dirancang untuk menghadirkan pengalaman menjelajah yang lebih interaktif.
“Kami ingin setiap orang merasakan pengalaman baru, di mana browser bukan hanya alat, tetapi juga asisten,” kata Altman.

Saat ini, ChatGPT Atlas sudah tersedia untuk pengguna macOS dan akan segera hadir di Windows, iOS, serta Android.
Menurut laporan The Verge, browser ini dibekali fitur memori pencarian yang dapat mengingat konteks situs yang sering dikunjungi.
Fitur tersebut membantu pengguna mengakses kembali informasi tanpa harus melakukan pencarian ulang.

OpenAI juga menambahkan Mode Agen, yang memungkinkan AI melakukan berbagai tugas seperti memesan tiket, mengedit dokumen, hingga melakukan riset data.
Fitur ini merupakan pengembangan dari Operator Tool dan ChatGPT Agent versi sebelumnya.
Namun, Mode Agen hanya tersedia untuk pengguna ChatGPT Plus, Pro, dan Business.

Menariknya, ChatGPT Atlas menampilkan hasil pencarian dalam dua tampilan: halaman web di satu sisi dan analisis AI di sisi lain.
Ada juga fitur “cursor chat” yang memungkinkan pengguna memilih teks dari laman web atau email untuk langsung diringkas oleh ChatGPT.

Peluncuran Atlas menunjukkan ambisi OpenAI memperluas ekosistem AI ke ranah browsing.
Jika sukses, browser ini berpotensi mengubah cara manusia berinteraksi dengan internet, menjadikan penjelajahan web lebih kontekstual dan efisien.

Baca Juga: “Passive Income dari Investasi Properti: Hunian Strategis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *