semanarioangolense – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa dirinya tidak pernah ikut campur dalam urusan internal Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Sejak awal menjabat sebagai presiden, ia memastikan tidak pernah menitipkan satu pun pejabat di tubuh Polri.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri acara pemusnahan barang bukti narkoba seberat 214,84 ton di Mabes Polri. Di hadapan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan, “Saya tidak cawe-cawe, saya tidak titipkan satu pejabat pun. Benar kan Kapolri?”
Prabowo menjelaskan bahwa satu-satunya yang pernah ia bantu hanyalah mantan pengawal pribadinya untuk mengikuti Sekolah Calon Bintara (Secaba) Polri. Ia menilai hal itu wajar karena pengawalnya pernah mempertaruhkan nyawa saat bertugas. “Dia pertaruhkan nyawa loh. Dari ratusan ribu, saya titip satu dua orang, itu manusiawi,” ujarnya.
Prabowo juga menyinggung praktik titip-menitip yang kerap dilakukan pejabat lain dalam birokrasi. Ia menilai tindakan itu bisa dimaklumi selama tidak mengarah pada penyalahgunaan kekuasaan atau nepotisme. Namun, ia menegaskan dirinya memilih untuk fokus pada urusan yang lebih besar, yaitu mengelola kekayaan negara untuk kesejahteraan rakyat.
“Fokus saya adalah memastikan kekayaan negara digunakan sebesar-besarnya untuk rakyat,” tegasnya.
Sikap tegas Prabowo ini memperkuat komitmennya terhadap profesionalisme dan independensi institusi Polri. Langkah tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan transparansi birokrasi dan memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih. Dengan menjaga jarak dari urusan internal Polri, Prabowo ingin memastikan lembaga penegak hukum tetap netral dan berintegritas.
Baca Juga: “Trump Takaichi Jepang Sepakati Era Keemasan Dua Negara“
Prabowo Puji Polisi yang Bekerja dalam Senyap Tangani Penyelundupan Narkoba
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang kerap bekerja tanpa sorotan publik. Ia menilai banyak tugas penting dijalankan polisi secara senyap, terutama dalam pemberantasan penyelundupan narkoba yang terus mengancam bangsa.
Dalam acara pemusnahan barang bukti narkoba di Mabes Polri, Prabowo mengungkapkan rasa bangganya terhadap dedikasi aparat kepolisian. “Polisi pekerjaannya enggak sering dilihat. Bagaimana penyelundupan narkotika lewat sampan, kapal nelayan, di ribuan pelabuhan tikus. Kita atasi dengan tradisi dan budaya bersatu,” ujar Prabowo.
Ia menjelaskan bahwa upaya memberantas narkoba membutuhkan kerja sama lintas sektor, terutama di wilayah pesisir yang menjadi jalur utama penyelundupan. Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), jalur laut masih menjadi rute favorit jaringan internasional dalam memasukkan narkotika ke Indonesia. Dalam konteks ini, sinergi antara Polri, TNI, dan aparat penegak hukum lainnya menjadi kunci utama.
Prabowo juga menegaskan pentingnya peran moral dan kedekatan aparat dengan rakyat. Menurutnya, baik tentara maupun polisi harus menjadi bagian dari masyarakat yang mereka lindungi. “Tentara harus jadi tentara rakyat, dan polisi harus jadi polisi rakyat,” tegasnya.
Pesan tersebut mencerminkan visi Prabowo untuk memperkuat hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat. Ia berharap Polri dan TNI terus menjaga kepercayaan publik dengan bekerja profesional, berintegritas, dan berpihak pada kepentingan rakyat. Sikap ini diharapkan dapat memperkuat fondasi keamanan nasional dan memperkokoh persatuan bangsa.
Baca Juga: “Larangan Impor Baju Bekas: Menkeu Purbaya Tegaskan, Tangkap!“




Leave a Reply